Samarinda,- Provinsi Kaltim secara perlahan terus bangkit dari ketertinggalan di bidang pertanian. Hal ini dibuktikan dengan salah satu teknik baru dalam memproduksi tepung mocaf dari singkong yang mampu menggantikan tepung terigu.
“Di Kabupaten Nunukan sudah ada satu pabrik pembuat tepung mocaf dari bahan baku singkong yang mampu memproduksi 360 ton tepung per tahun, atau dalam satu hari terproduski sebanyak satu ton,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim, Eddy Heflin.
Dilanjutkan, saat ini memang baru ada satu pabrik pembuat tepung dari bahan singkong di Nunukan, dan keberadaan pabrik itupun baru saja diresmikan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak saat kunjungan ke Wilayah Utara Kaltim pada awal Maret ini.
Jika permintaan pasar akan tepung mocaf ini terus meningkat, maka diprogramkan daerah itu akan terus mengembangkan perluasan lahan tanaman singkong, sekaligus menambah jumlah pabrik pengolah tepungnya.
Dikatakan, dalam satu ton singkong mampu menghasilkan 300 kilogram (kg) tepung mocaf. Sementara produktivitas singkong di Nunukan saat ini mencapai 120 hingga 150 ton per hektare. Jika luas lahan tanam singkong sebanyak 25 hektare, maka akan dihasilkan sebanyak 3.000 hingga 3.750 ton singkong.
Selama ini, lanjutnya, singkong dengan nama latin manihot esculenta crantz itu hanya diolah sebagai makanan ringan seperti keripik, tape dan lainnya, serta untuk pakan ternak, namun kini dapat diolah menjadi tepung ubi kayu modifikasi (mocaf) melalui proses lanjutan.
“Berbagai macam jenis singkong (ubi kayu) sangat cocok dikembangkan di Kaltim karena karakteristiknya cocok untuk jenis umbi berbatang keras dan lainnya. Apalagi lahan di Kaltim masih sangat luas untuk tanaman pertanian sehingga berpotensi menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Singkong juga dapat diolah menjadi produk lanjutan lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti alkohol dan etanol yang merupakan bahan bakar kendaraan serta bahan-bahan industri lainnya. Semua jenis olahan lanjutan ini masih dibutuhkan di berbagai jenis kegiatan perekonomian.
Tepung mocaf dapat mendekati tepung terigu karena dalam proses pengolahannya digunakan enzim penghilang pigmen kecoklatan khas singkong. Enzim yang digunakan bukan bahan kimia, namun kulit dalam singkong itu sendiri dengan cara diekstrasi dan digunakan dalam perendaman selama 12 jam.
“Tepung singkong yang memiliki sifat seperti tepung terigu dan berprotein sedang diyakini dapat menggantikan 100 persen peran tepung terigu yang harganya selisih antara Rp2000-3000 per kg. Harga singkong per kg Rp400 di petani Nunukan, namun jika sudah diolah seperti tepung dan lainnya akan menjadi lebih mahal,” ujar Eddy Heflin.
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 April 2010
Selasa, 05 Januari 2010
KALTIM AKAN JADI TUAN RUMAH PENAS KTNA
Samarinda, - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjadi tuan rumah Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XIII. Kegiatan nasional itu akan digelar pada Juli 2011 yang dipusatkan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Pengurus KTNA Pusat memang menunjuk Kaltim sebagai tuan rumah yang akan dipusatkan di Kabupaten Kukar,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kaltim, Yadi Sabianoor di Samarinda, baru-baru ini.
Menurutnya, dipilihnya Kukar sebagai tuan rumah Penas XIII, salah satunya adalah berdasarkan aspirasi masyarakat khususnya petani dan nelayan yang ada di daerah itu yang sangat besar berkeinginan menjadi tuan rumah. Selain Kukar juga memiliki lahan pertanian yang cukup luas.
Hal lain yang mendukung Kukar menjadi tuan rumah adalah lengkapnya sarana dan prasarana yang tersedia. ”Disamping itu, yang terpenting adalah Pemkab Kukar telah berpengalaman melaksanakan berbagai event nasional dan internasional,” ujarnya.
Dikatakan, rencananya pembukaan Penas KTNA akan dilakukan Presiden SBY pada Juli 2011. Sementara yang hadir antara lain sejumlah pejabat tinggi negara, gubernur, bupati, walikota, serta Ketua DPRD se- Indonesia.
Bahkan sejumlah duta besar negara sahabat juga diundang untuk menghadari pertemuan dalam rangka meningkatkan produksi pangan tersebut.
Saat pelaksanaan nanti, lanjutnya, akan diwarnai berbagai kegiatan selama sepekan. Mulai dari pameran, workshop, seminar hingga lomba yang semuanya berkaitan dengan prestasi yang telah dicapai petani dan nelayan se- Indonesia.
Dari adanya pameran dan pertemuan itu, diharapkan daerah lain yang sudah maju pertanian dalam arti luas bisa menularkan ilmunya ke daerah lain. Begitu pula daerah yang pertaniannya masih terasa kurang bisa antusias belajar. ”Jumlah peserta yang akan menghadiri Penas nanti sekitar 30 ribu orang,” kata Yadi Sabianoor. ()
***
Pengurus KTNA Pusat memang menunjuk Kaltim sebagai tuan rumah yang akan dipusatkan di Kabupaten Kukar,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kaltim, Yadi Sabianoor di Samarinda, baru-baru ini.
Menurutnya, dipilihnya Kukar sebagai tuan rumah Penas XIII, salah satunya adalah berdasarkan aspirasi masyarakat khususnya petani dan nelayan yang ada di daerah itu yang sangat besar berkeinginan menjadi tuan rumah. Selain Kukar juga memiliki lahan pertanian yang cukup luas.
Hal lain yang mendukung Kukar menjadi tuan rumah adalah lengkapnya sarana dan prasarana yang tersedia. ”Disamping itu, yang terpenting adalah Pemkab Kukar telah berpengalaman melaksanakan berbagai event nasional dan internasional,” ujarnya.
Dikatakan, rencananya pembukaan Penas KTNA akan dilakukan Presiden SBY pada Juli 2011. Sementara yang hadir antara lain sejumlah pejabat tinggi negara, gubernur, bupati, walikota, serta Ketua DPRD se- Indonesia.
Bahkan sejumlah duta besar negara sahabat juga diundang untuk menghadari pertemuan dalam rangka meningkatkan produksi pangan tersebut.
Saat pelaksanaan nanti, lanjutnya, akan diwarnai berbagai kegiatan selama sepekan. Mulai dari pameran, workshop, seminar hingga lomba yang semuanya berkaitan dengan prestasi yang telah dicapai petani dan nelayan se- Indonesia.
Dari adanya pameran dan pertemuan itu, diharapkan daerah lain yang sudah maju pertanian dalam arti luas bisa menularkan ilmunya ke daerah lain. Begitu pula daerah yang pertaniannya masih terasa kurang bisa antusias belajar. ”Jumlah peserta yang akan menghadiri Penas nanti sekitar 30 ribu orang,” kata Yadi Sabianoor. ()
***
Rabu, 30 Desember 2009
PETANI KREATIF MANFAATKAN AIR DAPAT PENGHARGAAN
Samarinda,- Sejumlah kelompok tani di Kaltim yang dinilai berhasil memanfaatkan sumber daya air untuk mengairi areal pertanian masing-masing, mendapat penghargaan dari Dinas Pekerja Umum (DPU) Provinsi Kaltim.
“Penghargaan ini diberikan di samping merupakan rasa terimAkasih pemerintah terhadap kreativitas dan kerja keras petani untuk memanfaatkan sumber daya air, juga untuk merangsang petani lain agar lebih kreatif,” kata Kepala DPU Kaltim, Husinsyah di Samarinda, Jumat (4/12).
Sejumlah kelompok tani maupun per orangan yang mendapat penghargaan itu antara lain Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Makarti Jaya, Desa Tanjung Buka Bulungan.
Kelompok ini sebelumnya juga pernah menjadi juara I lomba P3A tingkat provinsi pada pertengahan 2009. Kelompok yang berhasil mengairi sawah mereka dengan bergotong royong dan dengan cara tradisional ini mendapat penghargaan satu unit handtractor.
Penghargaan juga diberikan kepada Juaru Pompa Daerah Irigasi asal Desa Rempanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mewakili penerima hadiah satu unit sepeda motor dari kelompok tani di Desa Rempanga itu adalah Muhammad Said.
Di Desa Rempanga, berkat kerja keras kelompok tani setempat sehingga sitem pengairan di lahan persawahan mereka tidak kekurangan air saat lama tidak hujan. Begitu juga saat hujan yang kerap melanda, sawah mereka juga tidak terendam air. Ini karena berkat sistem irigasi yang mereka pelihara.
Dari sistem irigasi yang dikelola dengan baik oleh kelomok tani tersebut, sehingga di daerah itu bisa panen padi tiga kali dalam satu tahun. Sementara daerah lain di Kaltim, rata-rata baru bisa panen dua kali setahun. Ini karena kebanyakan sawah petani masih mengandalkan air tadah hujan.
Satu lagi desa pertanian yang mendapat satu unit sepeda motor adalah Desa Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Penerima penghargaan adalah Muhammad Sakum. Pria ini dinilai berhasil dalam mengelola Pintu Daerah Irigasi, sehingga lahan pertanian bisa tercukupi kebutuhan airnya.
Kelompok lain yang mendapat penghargaan adalah Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) dari Kota Tarakan. Tim ini dinilai mampu menggerakkan Kelompok Kerja (Pokja) dan membentuk komunitas masyarakat peduli air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Karanganyar Tarakan.
Demikian juga kepada Forum Masyarakat Danau (FMD) di Danau Jempang, Semayang dan Melintang Kabupaten Kutai Barat yang mengupayakan terwujudnya kelestarian danau melalui konservasi danau secara menyeluruh dan dilakukan terus menerus.
***
“Penghargaan ini diberikan di samping merupakan rasa terimAkasih pemerintah terhadap kreativitas dan kerja keras petani untuk memanfaatkan sumber daya air, juga untuk merangsang petani lain agar lebih kreatif,” kata Kepala DPU Kaltim, Husinsyah di Samarinda, Jumat (4/12).
Sejumlah kelompok tani maupun per orangan yang mendapat penghargaan itu antara lain Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Makarti Jaya, Desa Tanjung Buka Bulungan.
Kelompok ini sebelumnya juga pernah menjadi juara I lomba P3A tingkat provinsi pada pertengahan 2009. Kelompok yang berhasil mengairi sawah mereka dengan bergotong royong dan dengan cara tradisional ini mendapat penghargaan satu unit handtractor.
Penghargaan juga diberikan kepada Juaru Pompa Daerah Irigasi asal Desa Rempanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mewakili penerima hadiah satu unit sepeda motor dari kelompok tani di Desa Rempanga itu adalah Muhammad Said.
Di Desa Rempanga, berkat kerja keras kelompok tani setempat sehingga sitem pengairan di lahan persawahan mereka tidak kekurangan air saat lama tidak hujan. Begitu juga saat hujan yang kerap melanda, sawah mereka juga tidak terendam air. Ini karena berkat sistem irigasi yang mereka pelihara.
Dari sistem irigasi yang dikelola dengan baik oleh kelomok tani tersebut, sehingga di daerah itu bisa panen padi tiga kali dalam satu tahun. Sementara daerah lain di Kaltim, rata-rata baru bisa panen dua kali setahun. Ini karena kebanyakan sawah petani masih mengandalkan air tadah hujan.
Satu lagi desa pertanian yang mendapat satu unit sepeda motor adalah Desa Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Penerima penghargaan adalah Muhammad Sakum. Pria ini dinilai berhasil dalam mengelola Pintu Daerah Irigasi, sehingga lahan pertanian bisa tercukupi kebutuhan airnya.
Kelompok lain yang mendapat penghargaan adalah Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) dari Kota Tarakan. Tim ini dinilai mampu menggerakkan Kelompok Kerja (Pokja) dan membentuk komunitas masyarakat peduli air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Karanganyar Tarakan.
Demikian juga kepada Forum Masyarakat Danau (FMD) di Danau Jempang, Semayang dan Melintang Kabupaten Kutai Barat yang mengupayakan terwujudnya kelestarian danau melalui konservasi danau secara menyeluruh dan dilakukan terus menerus.
***
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)